Kamu..
Datang dan menghilang
Meninggalkan asa ini
Menjauh tuk ucapkan selamat tinggal
Namun kau datang kembali
Dengan asa yang sama namun berbeda
Kini kau tlah bersamanya
Kamu..
Beriku mimpi
Tak akan beranjak, kamu ada disisi-ku
Dan memang benar itu hanya sekedar MIMPI belaka!!
Tak pernah niat tepati janji
Tak pernah niat mengisi hati
Kamu...
Datang dan Pergi
Menghilang bagai debu
Nampak bak banyangan...mengikuti...
Namun kini aku yang akan menjauh
Meninggalkanmu dengan mimpi indahmu bersamanya
Harap kau kan selalu mengingat tiap detik saat ku merindukanmu
NICI
inilah aku...yang menjadi apa adanya, jangan pertanyakan kepadaku, cukup ketahui dan pahami tentang SIAPA AKU sebenarnya.
Selasa, 12 November 2013
Jumat, 08 November 2013
SAFE HOUSE
Mimpi sederhana dari seorang anak yang tidak memiliki kekuatan/kemampuan apa-apa:
I BUILD SAFE HOUSE, WE SAFE LIVE PEOPLE
Suatu Wilayah kecil/Mini Distric yang terdiri dari:
1. Pernukiman Penduduk
2. Pusat Pemerintahan (No Birokrasi-only saving people)
3. Pusat Industri Kecil-Menengah yang produktif
4. Pusat Kebutuhan Bahan Pokok
5. Pusat Pendidikan
6. Taman Bermain
7. Taman Hijau/Hutan Kota
8. Taman Hobi/Danau buatan/Kolam
9. Smoking Room
10. Area bebas kendaraan bermotor
11. Perpustakaan
12. Dome/Hall/Gedung Pertemuan/Rapat
13. Gedung Parkir Luas (Mobil-Motor-Skater-Sepeda) dengan penjagaan security 24 jam.
14. Shuttle Bus, yang melayani keberbagai tujuan/titik point yang tersedia 24 jam.
15. Tidak ada tukang parkir & Tukang sapu jalan
16. Sungai Jernih
17. Penanaman Pohon yang rindang/diwajibkan di setiap rumah warga
18. Dipenuhi Lampu kota yang siap menerangi saat malam
Dengan Ketentuan:
1. Kebersihan & Kerapihan Mini Distric, ditanggung oleh masing2 warga dictric
2. Mini Distric tidak terpengaruh oleh Pemerintahan Negara serta Politik Negara
3. Mini Distric hanya untuk kalangan kurang mampu yang aktif dan dapat mempertaggung jawabkan semua fasilitas dengan sebaik-baiknya. Serta semua korban bencana alam baik dalam maupun luar negeri yang memang harus ditampung
4. Semua Aktivitas kebersihan maupun kerapihan di kontrol sepenuhnya oleh penanggung jawab Masing2 blok yang difasilitasi kamera cctv.
5. Tersedia Hukum Peraturan Mini Distric yang wajib dipenuhi warga tanpa menyengsarakan warga.
6. Seluruh warga mini distric tidak di tarik uang sewa rumah.
7. Warga dikenakan pajak tinggal yang dihitung berdasarkan prosentase pendapatan masing-masing kepala keluarga.
8. Segala kegiatan positif warga akan mendapatkan dukungan dari Pengelola Distric.
9. Terdapat Hukum Peraturan untuk Pihak Pengelola Mini Distric.
10. Perayaan Keagamaan akan dilangsungkan secara serentak agar tercipta keharmonisan Warga Mini Distric (dengan peraturan dan ketetapan)
11. Setiap anggota baru bagi masing-masing kepala keluarga, wajib di laporkan kepada pihak pengelola distric.
I BUILD SAFE HOUSE, WE SAFE LIVE PEOPLE
Suatu Wilayah kecil/Mini Distric yang terdiri dari:
1. Pernukiman Penduduk
2. Pusat Pemerintahan (No Birokrasi-only saving people)
3. Pusat Industri Kecil-Menengah yang produktif
4. Pusat Kebutuhan Bahan Pokok
5. Pusat Pendidikan
6. Taman Bermain
7. Taman Hijau/Hutan Kota
8. Taman Hobi/Danau buatan/Kolam
9. Smoking Room
10. Area bebas kendaraan bermotor
11. Perpustakaan
12. Dome/Hall/Gedung Pertemuan/Rapat
13. Gedung Parkir Luas (Mobil-Motor-Skater-Sepeda) dengan penjagaan security 24 jam.
14. Shuttle Bus, yang melayani keberbagai tujuan/titik point yang tersedia 24 jam.
15. Tidak ada tukang parkir & Tukang sapu jalan
16. Sungai Jernih
17. Penanaman Pohon yang rindang/diwajibkan di setiap rumah warga
18. Dipenuhi Lampu kota yang siap menerangi saat malam
Dengan Ketentuan:
1. Kebersihan & Kerapihan Mini Distric, ditanggung oleh masing2 warga dictric
2. Mini Distric tidak terpengaruh oleh Pemerintahan Negara serta Politik Negara
3. Mini Distric hanya untuk kalangan kurang mampu yang aktif dan dapat mempertaggung jawabkan semua fasilitas dengan sebaik-baiknya. Serta semua korban bencana alam baik dalam maupun luar negeri yang memang harus ditampung
4. Semua Aktivitas kebersihan maupun kerapihan di kontrol sepenuhnya oleh penanggung jawab Masing2 blok yang difasilitasi kamera cctv.
5. Tersedia Hukum Peraturan Mini Distric yang wajib dipenuhi warga tanpa menyengsarakan warga.
6. Seluruh warga mini distric tidak di tarik uang sewa rumah.
7. Warga dikenakan pajak tinggal yang dihitung berdasarkan prosentase pendapatan masing-masing kepala keluarga.
8. Segala kegiatan positif warga akan mendapatkan dukungan dari Pengelola Distric.
9. Terdapat Hukum Peraturan untuk Pihak Pengelola Mini Distric.
10. Perayaan Keagamaan akan dilangsungkan secara serentak agar tercipta keharmonisan Warga Mini Distric (dengan peraturan dan ketetapan)
11. Setiap anggota baru bagi masing-masing kepala keluarga, wajib di laporkan kepada pihak pengelola distric.
Penantianku Malam Ini
Selamat malam
Sayup suaramu yang selalu ku rindu...
Dengarlah alunan sunyi nyanyian pilu ini
sendiri...
Yang sendiri...dan akan selalu sendiri
Cukup untuk aku berdiam diri
Menanti dirimu yang aku harapkan bersanding disisi
Suatu saat nanti...
Pejamkan matamu sejenak
Raut wajahku kah yang terbayang?
Pejamkan matamu sejenak
Dengarkan degub jantung yang tak berirama ini...
Suara riuh itu..
Suara bising itu..
Itu dentuman detak jantung ku..
Detak ini yang selalu nyaring, jika kau berada tak jauh dari sisi ku
Gelak tawa yang kau riangkan
Sendau gurau yang kau gulirkan
Selalu terbayang tak terhapuskan
Nyanyian malam ini
Hanya saat ini, kau tak disisi
Nyanyian malam ini
Sayangnya saat ini ku sendiri
Tapi aku tak kan menyerah
Sampai mentari terbit hingga senja
Aku kan selalu terjaga
Pabila kau datang saat itu juga...
Bahagianya diriku tak terhingga...
NICI
Sayup suaramu yang selalu ku rindu...
Dengarlah alunan sunyi nyanyian pilu ini
sendiri...
Yang sendiri...dan akan selalu sendiri
Cukup untuk aku berdiam diri
Menanti dirimu yang aku harapkan bersanding disisi
Suatu saat nanti...
Pejamkan matamu sejenak
Raut wajahku kah yang terbayang?
Pejamkan matamu sejenak
Dengarkan degub jantung yang tak berirama ini...
Suara riuh itu..
Suara bising itu..
Itu dentuman detak jantung ku..
Detak ini yang selalu nyaring, jika kau berada tak jauh dari sisi ku
Gelak tawa yang kau riangkan
Sendau gurau yang kau gulirkan
Selalu terbayang tak terhapuskan
Nyanyian malam ini
Hanya saat ini, kau tak disisi
Nyanyian malam ini
Sayangnya saat ini ku sendiri
Tapi aku tak kan menyerah
Sampai mentari terbit hingga senja
Aku kan selalu terjaga
Pabila kau datang saat itu juga...
Bahagianya diriku tak terhingga...
NICI
Rabu, 06 November 2013
DUGEM, Haruskah??!!!
Katakanlah aku KUPER.
Mungkin benar aku kurang "bergaul" dengan orang-orang yang menyebut dirinya Remaja Masakini.
Istilah nya Remaja yang Gaul.
Mengapa aku sebut demikian..karena aku adalah AKU.
Bergaul dengan tanda kutip
Aku memiliki teman dari semua golongan
Dari tukang parkir, penjual mie ayam, penjual soto, penjual ketoprak dan pedagang kaki lima yang lain
Juga teman yang sekujur tubuh nya di penuhi tatto serta tukang tatto nya yang sekujur tubuh nya dipenuhi dengan pearching.
Juga teman yang tiap hari kerjanya minum-minuman beralkohol, dan ada juga diantara mereka yang mengkonsumsi narkotika atau biasa disebut pemakai, karena mereka mengkonsumsi drugs.
Ada juga teman yang tiap harinya bekerja sebagai pekerja seks komersial, mulai dari yang normal sampai yang gay.
Juga teman yang memiliki hobi DUGEM. Mendengarkan musik dengan keras sambil berjoget dan terkadang diselingi pelukan-pelukan liar dari cewe/cowo yang kebetulan posisi mereka berdekatan. Tidak jarang mereka sambil ber-ciuman (walaupun tidak kenal)..."based on true story"
Aku tidak buta
Aku tahu siapa mereka
dan aku sadar aku tidak berada di jalan mereka
bukan karena aku tidak memiliki kesempatan....
Tapi karena aku tidak MAU.
Tapi yang mengganjal adalah....apakah aku harus menjalin hubungan dengan salah satu diantara mereka?
Haruskah dipertahankan..walaupun dirinya melarang aku berbuat demikian namun dirinya memastikan bahwa....
"This is Me....No one can change Me"
Haruskan aku membuat suatu pengecualian Hanya Karena Aku Menyayanginya?? Hanya Karena Aku Terlalu Addict dengannya??
Apakah aku harus membuat suatu pengecualian kepada dia??
Haruskah aku mengesampingkan prinsip ini apabila dia adalah orang yang aku sayang??
Memang dia tidak pernah menjerumuskanku. TIDAK samasekali.
Namun dia juga tidak berminat untuk menjauhi hal tersebut.
Apakah harus aku pertahankan rasa ini, rasa yang terlanjur ada...
Aku rasa TIDAK.
Mungkin aku memang Idealis mengenai hal kecil seperti ini
Namun jika dirinya tetap seperti itu...maka pelan-pelan rasa ini akan hancur dengan sendiri nya.
Mungkin kami tidak lagi repot-repot kucing-kucingan dengan pacarnya nya lagi, karena aku akan menjauh dengan sendirinya...dan mungkin dia akan merasa ter-bebas dari aku.
My Dear....
Aku gak akan ganggu kamu lagi sayang...
Mungkin benar aku kurang "bergaul" dengan orang-orang yang menyebut dirinya Remaja Masakini.
Istilah nya Remaja yang Gaul.
Mengapa aku sebut demikian..karena aku adalah AKU.
Bergaul dengan tanda kutip
Aku memiliki teman dari semua golongan
Dari tukang parkir, penjual mie ayam, penjual soto, penjual ketoprak dan pedagang kaki lima yang lain
Juga teman yang sekujur tubuh nya di penuhi tatto serta tukang tatto nya yang sekujur tubuh nya dipenuhi dengan pearching.
Juga teman yang tiap hari kerjanya minum-minuman beralkohol, dan ada juga diantara mereka yang mengkonsumsi narkotika atau biasa disebut pemakai, karena mereka mengkonsumsi drugs.
Ada juga teman yang tiap harinya bekerja sebagai pekerja seks komersial, mulai dari yang normal sampai yang gay.
Juga teman yang memiliki hobi DUGEM. Mendengarkan musik dengan keras sambil berjoget dan terkadang diselingi pelukan-pelukan liar dari cewe/cowo yang kebetulan posisi mereka berdekatan. Tidak jarang mereka sambil ber-ciuman (walaupun tidak kenal)..."based on true story"
Aku tidak buta
Aku tahu siapa mereka
dan aku sadar aku tidak berada di jalan mereka
bukan karena aku tidak memiliki kesempatan....
Tapi karena aku tidak MAU.
Tapi yang mengganjal adalah....apakah aku harus menjalin hubungan dengan salah satu diantara mereka?
Haruskah dipertahankan..walaupun dirinya melarang aku berbuat demikian namun dirinya memastikan bahwa....
"This is Me....No one can change Me"
Haruskan aku membuat suatu pengecualian Hanya Karena Aku Menyayanginya?? Hanya Karena Aku Terlalu Addict dengannya??
Apakah aku harus membuat suatu pengecualian kepada dia??
Haruskah aku mengesampingkan prinsip ini apabila dia adalah orang yang aku sayang??
Memang dia tidak pernah menjerumuskanku. TIDAK samasekali.
Namun dia juga tidak berminat untuk menjauhi hal tersebut.
Apakah harus aku pertahankan rasa ini, rasa yang terlanjur ada...
Aku rasa TIDAK.
Mungkin aku memang Idealis mengenai hal kecil seperti ini
Namun jika dirinya tetap seperti itu...maka pelan-pelan rasa ini akan hancur dengan sendiri nya.
Mungkin kami tidak lagi repot-repot kucing-kucingan dengan pacarnya nya lagi, karena aku akan menjauh dengan sendirinya...dan mungkin dia akan merasa ter-bebas dari aku.
My Dear....
Aku gak akan ganggu kamu lagi sayang...
Aku mau kamu tetap seperti apa adanya kamu
Jangan berubah hanya untuk suatu mimpi yang mustahil
Dan "kita"...adalah sesuatu yang engga mungkin
Walaupun aku berat untuk menjauh darimu
Yakin aja kalau ada seseorang yang lebih cocok disamping kamu
Yang bisa nemenin kamu...even in your shitt stuff.
And maybe i'm not the right person to be loved.
Aku tetap seneng kok, kamu pernah mampir (walaupun sebentar) dalam hidup aku
:-)
NICI
Jangan berubah hanya untuk suatu mimpi yang mustahil
Dan "kita"...adalah sesuatu yang engga mungkin
Walaupun aku berat untuk menjauh darimu
Yakin aja kalau ada seseorang yang lebih cocok disamping kamu
Yang bisa nemenin kamu...even in your shitt stuff.
And maybe i'm not the right person to be loved.
Aku tetap seneng kok, kamu pernah mampir (walaupun sebentar) dalam hidup aku
:-)
NICI
Sabtu, 26 Oktober 2013
KATAKAN SAJA!!
Kemana kah kamu saat ini?
Tau kah kamu tiap saat apa yang kulakukan??
Aku hanya mencoba untuk melupakanmu!!
Aku terus mencoba
untuk membuang rasa ini
rasa yang menurut kita SALAH.
Aku terus mencoba menghancurkan pikiran ku tentangmu
perasaan yang jelas-jelas mustahil dapat terwujud..
Dan aku terus mencoba melakukannya (melupakanmu)!!
Perasaan ini memang salah, rasa ini biadab.
aku memang orang jahat!!
aku memang pantas untuk dibenci!!
Namun, aku tetap tak kuasa mengontrol hati ku
perasaan yang tlah lama terpendam
akhirnya sempat bersatu
walaupun dengan melalui lingkaran pohon-pohon cinta (yang lain) yang dahulu pernahku dirikan.
Namun aku tetap belum mampu untuk acuhkan mu dari otak ku.
Senyummu yang selalu menghantui
Aku ingat sekali, tawa mu.....
Ya..tawamu yang selalu mengikutiku kemanapun ku melangkah!!
(sangat menggangguku)
Kemana kah kamu saat ini?
Sudahkah kamu sanggup melupakanku begitu saja??
Katakan saja, jika memang sanggup
Mungkin itu dapat membantuku untuk melakukannya juga!!
Tau kah kamu tiap saat apa yang kulakukan??
Aku hanya mencoba untuk melupakanmu!!
Aku terus mencoba
untuk membuang rasa ini
rasa yang menurut kita SALAH.
Aku terus mencoba menghancurkan pikiran ku tentangmu
perasaan yang jelas-jelas mustahil dapat terwujud..
Dan aku terus mencoba melakukannya (melupakanmu)!!
Perasaan ini memang salah, rasa ini biadab.
aku memang orang jahat!!
aku memang pantas untuk dibenci!!
Namun, aku tetap tak kuasa mengontrol hati ku
perasaan yang tlah lama terpendam
akhirnya sempat bersatu
walaupun dengan melalui lingkaran pohon-pohon cinta (yang lain) yang dahulu pernahku dirikan.
Namun aku tetap belum mampu untuk acuhkan mu dari otak ku.
Senyummu yang selalu menghantui
Aku ingat sekali, tawa mu.....
Ya..tawamu yang selalu mengikutiku kemanapun ku melangkah!!
(sangat menggangguku)
Kemana kah kamu saat ini?
Sudahkah kamu sanggup melupakanku begitu saja??
Katakan saja, jika memang sanggup
Mungkin itu dapat membantuku untuk melakukannya juga!!
Jumat, 11 Oktober 2013
Suratku Part III
Check this out: Suratku Part II => http://megaherra.wordpress.com/2013/09/23/suratku-part-ii/
Bismillahirrohmannirrohiim...
Dear Uti,
Apa kabar disana..? Aku harap uti bahagia disana ya :-)
Hari ini terasa cukup berat banget buat aku Uti..
Aku ada sedikit masalah dikantor. Jadi ceritanya gini:
Karena jobdes aku sertifikasi kapal, maka Pak D minta tolong aku untuk follow up langsung sertifikat kapal MV. H ke cabang kantor yang di Merak. Tapi saat itu aku sudah bilang "kayak nya kalau saya yang maju, susah deh pak. Gmn kalo bapak aja yg ngomong langsung" oke..setelah itu pak D call lgsg orang cabang disana.
Nah singkat cerita, setelah mereka diskusi (menurut pemikiran aku, udah kelar kan masalah sertifikat nya, jadi aku tinggal nerusin follow up nya dari apa yang mereka diskusikan-ngelanjutin follow up gtu) kemudian pak D minta aku untuk ngelanjutin follow up sertifikat tersebut karena pak D merasa "main cause" nya dah kelar..jadi tinggal bawahan yang gerak. Aku jawab lah: "oke pak, nanti saya kirim email"
Menurut aku Uti...Tata bahasa ku sudah BAKU dan SANGAT SOPAN SEKALI, karena aku gak pake Bahasa Inggris seperti biasa nya..jadi sengaja aku pake Bahasa Indonesia biar keliatan KESOPANAN nya...setelah klik "SEND" aku pergi ke Seacomm-Dephub Pusat karena ada urusan sertifikat juga disana.
Gak berapa lama di jalan, ada telepon dari orang cabang Pak M. Di sebrang sana dia ngomong:
"LU NGAPAIN PAKE KIRIM-KIRIM EMAIL SEGALAAA.....LU MAU URUS-URUS KAPAL H??!!!UDALAAAH GAK USAH NGURUS2 MV. H LAGIII...GAK USAH IKUT2..(pak D pak yang suruh saya) ALAAH...POKOKNYA LU GA USAH NGURUSIN TUH KAPAL YA!!! .LU TAU KAN KALO GW NGERJAIN SERTIFIKAT KAPAL-KAPAL LAIN GIMANA (iya..beres semua pak) LAH JADI KALO INI GA GW URUS BERARTI ADA MASALAHKAN???!! (iya sii pak) GW MEMANG GA SURUH ANAK-ANAK URUS TUH SERTIFIKAT. BIARIN AJA. (iya pak...-terus aku matiin tu telpon- karna masi syok...)
Sampai beberapa detik, akuu masih syok Uti...Mbak W tanya kan: "Ada apa?"
"Ga papa mba...pak M maki-maki barusan..yang ttg kapal H itu...buseett...maki-makinya...sampe segitunya.." (aku jelasin itu..suaraku sudah ga jelas lagi...nahan sesak di tenggorokan dan air mata)
Aku ga boleh nangis di depan orang..karena aku ga bisa. Pokoknya aku ga boleh nangis, tapi nada suara ku ga bisa boong...akhirnya aku berkaca-kaca....
sambil senyum sinis aku bilang "hheehhmhh..saya sudah bilang pak D, kalau saya yang follow up..ga bakal ada penyelesaian mba...saya sudah tau kalau saya yang follow up, saya yang ngomong sama mereka...pasti saya disemprot...benerkan..." udah ga kuat...sesak banget..
Uti...dan sesak, syok pengen nangis itu kebawa terus, dari mulai sampai kantor-setelah makan siang aku ke Kamar Mandi, 1 jam an kurang disana..aku nangis...entah kenapa...syok dan inget sama Uti
Sampai sholat dhuhur...aku masih ga bisa tahan....
Sholat ashar...aku juga nangis....
Sholat maghrib, masih bisa tahan karena sholat nya barengan sama yang lain
Jam pulang kantor...masih sesak...syok dan ingetnya Uti terus sepanjang perjalanan ke mess...
Setelah sampai mess...ngobrol sama temen kantor, dengerin cerita ttg Backpacker nya ke Gn. Semeru...dadaku masih sesak dan syok....
Akhirnya jam 19.30 aku berangkat nge-gym...masih ga berubah
Aktivitas Boxing yang biasa aku lakukan di gym...sampai terganggu.
Karena aku suka boxing...tiap boxing aku fokus, penuh tenaga dan semangat.....
Tapi kali ini, aku baru merasakan yang namanya "Raga dimana...Jiwa dimana..."
Bener-bener hilang konsentrasi samasekali...aku ga tau apa yang harus aku lakukan di boxing kali ini...semuanya miss...dan dada masih sesak.
Pada saat streching, muntah aku sudah sampai tenggorokan atas...tapi gak aku muntahkan, aku tahan aja..\
dan itu rasanya panas dan pedih..sampai sekarang.
Pada saat pulang dri tempat Gym ke parkiran motor, kaki aku berat banget dan lemes, kepala aku berat, badan kayak melayang...aku ga kuat buat jalan lagi, tapi aku ga pingsan.
Aku Lemes BGT Uti.
Yang tadinya mau sekalian isi bensin, ga jadi.
Aku lgsg ke mess aja...dah ga kuat bgt. Sampai kamar..aku rebahan...Alhamdullillah...
Rasanya....
Ya Allah...kenapa aku ngerasa berat bgt nih badan....
Pas dudukan...temen aku bilang "tumben-tumbenan suara lu kaya cape bgt"
"iya...bla..bla.." aku sedikit ceritain masalah kantor trus sama di gym tadi Uti...
"pantes...pucet bgt lu"
Dan rasa sesak dan syok ditambah rasa tenggorokan yang nahan muntah....masih sampai sekarang aku rasain Uti...
Biasanya kalaupun dimarahin, dicaci kaya gtu..aku ga pernah nangis. Aku sering berhadapan dengan mereka...omongan-omongan kasar langsung keluar dari mulut mereka..aku sering dengar Uti,
Tapi kali ini...aku ga sanggup, entah kenapa aku melemah...dalam Pikiranku hanya Uti...aku ga punya tempat mengadu..seperti sosok mama-bapak yang bisa dijadikan tempat curhat...trus mereka membesarkan hatiku untuk sabar dan bangkit lagi...tapi ga ada Uti.......ga ada...
Kesabaran itu aku bangun sendiri atas kehendak dari Yang Maha Sabar
Keihklasan itu aku pupuk sendiri atas kehendak dari Yang Maha Ikhlas
dan Ketabahan itu aku terus tanamkan (dan lagi-lagi) sendiri Uti..atas kehendak dari Yang Maha memliki segala rasa yang Ia ciptakan.
Alhamdullillah Uti...
Walaupun aku jatuh saat ini, aku masih inget Allah...Alhamdullillah bgt....
Mungkin ini cobaan, tapi aku ga pungkiri kalau aku ada rasa sakit hati Uti sama dia yang caci aku seperti itu....
Dan apabila Uti masih ada di dunia dan mendengar kejadian ini...mungkin hati dan perasaan Uti lebih terluka dan lebih pedih daripada jari yang teriris pisau. Dan aku tahu, Uti pasti nangis.....
Dan karena Uti sudah di alam yang berbeda, aku rasa Uti sudah tahu semuanya....dan oleh karena itu..aku melemah...
Karena aku ga bisa menutupi apapun lagi dari Uti.
Hope you happy there.
I Miss U so much Uti....Aku kangeeeeen banget.
Aku kangeeeen...kangeeeeeenn banget.......
:-(
Regards,
Herra
Bismillahirrohmannirrohiim...
Dear Uti,
Apa kabar disana..? Aku harap uti bahagia disana ya :-)
Hari ini terasa cukup berat banget buat aku Uti..
Aku ada sedikit masalah dikantor. Jadi ceritanya gini:
Karena jobdes aku sertifikasi kapal, maka Pak D minta tolong aku untuk follow up langsung sertifikat kapal MV. H ke cabang kantor yang di Merak. Tapi saat itu aku sudah bilang "kayak nya kalau saya yang maju, susah deh pak. Gmn kalo bapak aja yg ngomong langsung" oke..setelah itu pak D call lgsg orang cabang disana.
Nah singkat cerita, setelah mereka diskusi (menurut pemikiran aku, udah kelar kan masalah sertifikat nya, jadi aku tinggal nerusin follow up nya dari apa yang mereka diskusikan-ngelanjutin follow up gtu) kemudian pak D minta aku untuk ngelanjutin follow up sertifikat tersebut karena pak D merasa "main cause" nya dah kelar..jadi tinggal bawahan yang gerak. Aku jawab lah: "oke pak, nanti saya kirim email"
Menurut aku Uti...Tata bahasa ku sudah BAKU dan SANGAT SOPAN SEKALI, karena aku gak pake Bahasa Inggris seperti biasa nya..jadi sengaja aku pake Bahasa Indonesia biar keliatan KESOPANAN nya...setelah klik "SEND" aku pergi ke Seacomm-Dephub Pusat karena ada urusan sertifikat juga disana.
Gak berapa lama di jalan, ada telepon dari orang cabang Pak M. Di sebrang sana dia ngomong:
"LU NGAPAIN PAKE KIRIM-KIRIM EMAIL SEGALAAA.....LU MAU URUS-URUS KAPAL H??!!!UDALAAAH GAK USAH NGURUS2 MV. H LAGIII...GAK USAH IKUT2..(pak D pak yang suruh saya) ALAAH...POKOKNYA LU GA USAH NGURUSIN TUH KAPAL YA!!! .LU TAU KAN KALO GW NGERJAIN SERTIFIKAT KAPAL-KAPAL LAIN GIMANA (iya..beres semua pak) LAH JADI KALO INI GA GW URUS BERARTI ADA MASALAHKAN???!! (iya sii pak) GW MEMANG GA SURUH ANAK-ANAK URUS TUH SERTIFIKAT. BIARIN AJA. (iya pak...-terus aku matiin tu telpon- karna masi syok...)
telp berdering lagi..
"LU MATIIN TELP GW???!!! (gak pak...tadi mati sendiri) MACEM-MACEM LU...BISA AJA GW HABISIN MEREKA SEMUANYA...LU MAU GW SIKAT...JANGAN SAMPE GW SIKAT SEMUA YA!!! MEREKA GW SIKAT..APALAGI LU..IKUT2...GW ABISIN LU MA YANG LAIN JUGA....LU GA TAU KAN RASANYA GAK DIHARGAI???!!!!!!! UDAH LAHH...."
Noted: Aku ga terlalu inget dengan apa yang dibicarakan pak M, tapi intinya seperti itu. Kasar, Kejam dan Sadis (menurutku....)
Sampai beberapa detik, akuu masih syok Uti...Mbak W tanya kan: "Ada apa?"
"Ga papa mba...pak M maki-maki barusan..yang ttg kapal H itu...buseett...maki-makinya...sampe segitunya.." (aku jelasin itu..suaraku sudah ga jelas lagi...nahan sesak di tenggorokan dan air mata)
Aku ga boleh nangis di depan orang..karena aku ga bisa. Pokoknya aku ga boleh nangis, tapi nada suara ku ga bisa boong...akhirnya aku berkaca-kaca....
sambil senyum sinis aku bilang "hheehhmhh..saya sudah bilang pak D, kalau saya yang follow up..ga bakal ada penyelesaian mba...saya sudah tau kalau saya yang follow up, saya yang ngomong sama mereka...pasti saya disemprot...benerkan..." udah ga kuat...sesak banget..
Uti...dan sesak, syok pengen nangis itu kebawa terus, dari mulai sampai kantor-setelah makan siang aku ke Kamar Mandi, 1 jam an kurang disana..aku nangis...entah kenapa...syok dan inget sama Uti
Sampai sholat dhuhur...aku masih ga bisa tahan....
Sholat ashar...aku juga nangis....
Sholat maghrib, masih bisa tahan karena sholat nya barengan sama yang lain
Jam pulang kantor...masih sesak...syok dan ingetnya Uti terus sepanjang perjalanan ke mess...
Setelah sampai mess...ngobrol sama temen kantor, dengerin cerita ttg Backpacker nya ke Gn. Semeru...dadaku masih sesak dan syok....
Akhirnya jam 19.30 aku berangkat nge-gym...masih ga berubah
Aktivitas Boxing yang biasa aku lakukan di gym...sampai terganggu.
Karena aku suka boxing...tiap boxing aku fokus, penuh tenaga dan semangat.....
Tapi kali ini, aku baru merasakan yang namanya "Raga dimana...Jiwa dimana..."
Bener-bener hilang konsentrasi samasekali...aku ga tau apa yang harus aku lakukan di boxing kali ini...semuanya miss...dan dada masih sesak.
Pada saat streching, muntah aku sudah sampai tenggorokan atas...tapi gak aku muntahkan, aku tahan aja..\
dan itu rasanya panas dan pedih..sampai sekarang.
Pada saat pulang dri tempat Gym ke parkiran motor, kaki aku berat banget dan lemes, kepala aku berat, badan kayak melayang...aku ga kuat buat jalan lagi, tapi aku ga pingsan.
Aku Lemes BGT Uti.
Yang tadinya mau sekalian isi bensin, ga jadi.
Aku lgsg ke mess aja...dah ga kuat bgt. Sampai kamar..aku rebahan...Alhamdullillah...
Rasanya....
Ya Allah...kenapa aku ngerasa berat bgt nih badan....
Pas dudukan...temen aku bilang "tumben-tumbenan suara lu kaya cape bgt"
"iya...bla..bla.." aku sedikit ceritain masalah kantor trus sama di gym tadi Uti...
"pantes...pucet bgt lu"
Dan rasa sesak dan syok ditambah rasa tenggorokan yang nahan muntah....masih sampai sekarang aku rasain Uti...
Biasanya kalaupun dimarahin, dicaci kaya gtu..aku ga pernah nangis. Aku sering berhadapan dengan mereka...omongan-omongan kasar langsung keluar dari mulut mereka..aku sering dengar Uti,
Tapi kali ini...aku ga sanggup, entah kenapa aku melemah...dalam Pikiranku hanya Uti...aku ga punya tempat mengadu..seperti sosok mama-bapak yang bisa dijadikan tempat curhat...trus mereka membesarkan hatiku untuk sabar dan bangkit lagi...tapi ga ada Uti.......ga ada...
Kesabaran itu aku bangun sendiri atas kehendak dari Yang Maha Sabar
Keihklasan itu aku pupuk sendiri atas kehendak dari Yang Maha Ikhlas
dan Ketabahan itu aku terus tanamkan (dan lagi-lagi) sendiri Uti..atas kehendak dari Yang Maha memliki segala rasa yang Ia ciptakan.
Alhamdullillah Uti...
Walaupun aku jatuh saat ini, aku masih inget Allah...Alhamdullillah bgt....
Mungkin ini cobaan, tapi aku ga pungkiri kalau aku ada rasa sakit hati Uti sama dia yang caci aku seperti itu....
Dan apabila Uti masih ada di dunia dan mendengar kejadian ini...mungkin hati dan perasaan Uti lebih terluka dan lebih pedih daripada jari yang teriris pisau. Dan aku tahu, Uti pasti nangis.....
Dan karena Uti sudah di alam yang berbeda, aku rasa Uti sudah tahu semuanya....dan oleh karena itu..aku melemah...
Karena aku ga bisa menutupi apapun lagi dari Uti.
Hope you happy there.
I Miss U so much Uti....Aku kangeeeeen banget.
Aku kangeeeen...kangeeeeeenn banget.......
:-(
Regards,
Herra
Minggu, 15 September 2013
Surat ku Part 1
bismillaahirrahmaanirrahiim
Dear Allah,
Aku akan menceritakan apa yang sedang ada dibenakku. Karena Aku bohong kalau Aku mengakatakan kalau Aku tidak ingin curhat, Aku sebenarnya rindu akan kawan-kawan yang tinggal bersama, karena dengan begitu kita bisa menceritakan apapun yang ingin kita sampaikan. Hal-hal yang mengganjal dihati, bisa segera tersampaikan. Dan segala apapun yang akan kita ceritakan, pasti akan mendapat respon, sehingga kita tidak akan merasa kesepian.
Menyesali diri.
Aku memang orang yang cengeng, sampai sekarang aku masih sangat menyayangkan mengapa aku tidak sempat mengejar waktu agar dapat melihat Uti untuk yang terakhir kali. Padahal ini adalah Rencana-Mu. Aku tidak menyalahkan keadaan, namun aku hanya sangat-sangat menyesal karena tidak melihat Uti untuk terakhir Kali nya. Jadi, mungkin Engkau yang lebih tahu akan isi hati ini, aku hanya menyampaikan bahwa aku pengen liat Uti pada waktu itu.
Jujur, aku kangen banget sama Uti.
Aku kangen sms mba denok hanya untuk sekedar tanya kabar Uti.
Pada saat ini, aku masih dalam tahap belajar untuk menanamkan dalam hati dan pikiranku bahwa "Uti telah tiada".
Semua yang aku persiapkan untuk membuat Beliau bangga, sirna sudah. Memang...memang saat ini beliau tidak membutuhkan harta, tahta atau sebuah pengakuan, namun saat ini hanya DOA yang dapat menentramkan, membantunya, memudahkan Dan memberinya cahaya di Alam sana, insya Allah. Aamiin.
Berharap yang terbaik untuk Bapak Dan Mama.
Baru tadi aku tersentak dengan pernyataan Motivator Mario Teguh yang mengatakan:
"Seburuk-buruknya, sejahat-jahatnya orang tua (Bapak dan Mama), kita wajib menghormati mereka, kalau kita menghormati mereka, menghargai mereka, dan tidak melawan orangtua, maka orang tua (yang merawat, membesarkan dan membimbing) kita akan naik kelas"
Subhanallah...
Begitu besar rasa pengertian yang ditanamkan Uti padaku..
Begitu dalam rasa menyayangi, mencintai dan membantu sesama yang diajarkan padaku.
Begitu luas dan takterbatas untuk memaafkan kesalahan orang, sejahat apapun orangnya, Uti akan menerima dan memberikan maaf tanpa dendam.
Lalu aku menangis, apa gunanya aku mengabaikan semua hal yang telah begitu baik dicontohkan oleh Uti selama beliau ada diDunia-Mu, jika itu hanya membuat Uti sedih di sana....
Mulai detik ini, aku akan berusaha "menaikkan kelas" Uti.
Hanya itu yang aku bisa lakukan sekarang untuk membahagiakan Uti. Aku akan berusaha untuk menjadi sosok yang sabar dan lebih menahan emosi dalam mengambil hikmah dari setiap kesukaran yang menghampiri. Insya Allah. Aamiin.
Oleh karena itu Ya Allah,
Hamba yang hina ini, tidak akan berdoa agar Bapak & Mama bisa menjadi orangtua yang baik dan "normal" untuk hamba, namun hamba hanya berdoa untuk yang terbaik bagi Bapak dan Mama.
Biarlah apa yang terjadi nanti..aku percaya Allah selalu memberikan apa yang sepantasnya aku dapatkan. Jika itu memang yang terbaik buat aku, maka aku harus bisa lapang dada dan menerima segala skenario-Mu Ya Allah.
Bantulah hamba agar dapat lebih bersabar lagi. Aamiin Aamiin Aamiin Ya Rabbal'alamin.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh.
Regards,
Herra
Subhanallah...
Begitu besar rasa pengertian yang ditanamkan Uti padaku..
Begitu dalam rasa menyayangi, mencintai dan membantu sesama yang diajarkan padaku.
Begitu luas dan takterbatas untuk memaafkan kesalahan orang, sejahat apapun orangnya, Uti akan menerima dan memberikan maaf tanpa dendam.
Lalu aku menangis, apa gunanya aku mengabaikan semua hal yang telah begitu baik dicontohkan oleh Uti selama beliau ada diDunia-Mu, jika itu hanya membuat Uti sedih di sana....
Mulai detik ini, aku akan berusaha "menaikkan kelas" Uti.
Hanya itu yang aku bisa lakukan sekarang untuk membahagiakan Uti. Aku akan berusaha untuk menjadi sosok yang sabar dan lebih menahan emosi dalam mengambil hikmah dari setiap kesukaran yang menghampiri. Insya Allah. Aamiin.
Oleh karena itu Ya Allah,
Hamba yang hina ini, tidak akan berdoa agar Bapak & Mama bisa menjadi orangtua yang baik dan "normal" untuk hamba, namun hamba hanya berdoa untuk yang terbaik bagi Bapak dan Mama.
Biarlah apa yang terjadi nanti..aku percaya Allah selalu memberikan apa yang sepantasnya aku dapatkan. Jika itu memang yang terbaik buat aku, maka aku harus bisa lapang dada dan menerima segala skenario-Mu Ya Allah.
Bantulah hamba agar dapat lebih bersabar lagi. Aamiin Aamiin Aamiin Ya Rabbal'alamin.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh.
Regards,
Herra
Langganan:
Postingan (Atom)
