Minggu, 05 April 2020

Oktober 2015

Oktober 2015
Perjalanan yang salah, baru ku mulai
Disamping itu, itulah yang ku inginkan
Kebahagiaan yang menemaniku sehari-hari
Suka duka yang membawaku dalam kedewasaan
tumbuh sejak saat itu

Sempurna...
Segala sesuatu nya, terlihat begitu sempurna
Melengkapi egoku, akan kerinduan
Melengkapi egoku, akan kehangatan
Memenuhi kehidupanku dan mengajarkanku untuk tumbuh

Siapa bilang aku salah?
Seluruh dunia...mengatakan bahwa aku salah

Namun
Aku bergeming
Aku bertahan
karena jika aku tak pernah terjun pada jurang kesalahan
maka akupun tak pernah menemui arti dari sebuah kebenaran

memang semuanya sulit
tapi itu terjadi, dan untuk beberapa saat di dunia ini,
aku merasakan menjadi manusia
yang merasakan kehangatan
yang merasakan kasih dan sayang
yang menuntut untuk dibimbing
yang menuntut untuk diberi kasih
yang menuntut untuk dipenuhi
yang aku rasakan sebagai sebuah keluarga

walau hanya semu

Katakanlah aku naif
Namun...
Faktanya aku bahagia dan
aku tumbuh

Tidak pernah hari-hari kulalui tanpa sebuah pembelajaran

Aku
orang yang selalu belajar dari apa yang terjadi dalam kehidupanku
yang terus membimbingku hingga hari ini
pada saat aku jatuh terpuruk
hingga aku mampu berdiri lagi
kemudian jatuh lagi...
dan berdiri lagi....

Aku
adalah orang yang rapuh
dan mudah terlukai
apabila itu menyangkut tentang hati

Aku
bisa menjadi orang yang angkuh
yang mengatakan pada dunia bahwa
aku adalah orang yang berprinsip
padahal sebenarnya aku adalah orang yang lemah
apabila itu menyangkut tentang hati

Aku
adalah orang yang berkesadaran tinggi
namun juga aku orang yang lemah hati

Aku
adalah manusia biasa
yang menuju jalan kebangkitan
melalui proses yang menyakitkan
semuanya akan berakhir pada waktu nya

Aku
cukup menyadari
bahwa segalanya tidak akan pernah abadi di dunia ini

dan Aku
pernah menikmati hari-hari indahku
dahulu kala......

dan mungkin sudah saat nya aku
menikmati segala kesedihanku
menikmati segala keterpurukan yang
menjadi satu
bertumpuk tanpa pernah aku mampu mengubah rancanganNya

(to be continued)
NICI


Kamis, 13 September 2018

Mempercayakan Diri Pada Diri Sendiri

PadaNya, aku menyerahkan segala putusan

Padaku, aku meyakini bahwa semua akan teratasi
Mempercayai bahwa aku memiliki kekuatan dalam kelemahan yang t'lah lama aku miliki
Menjadikan aku sebagai seorang yang mampu menafikan
Segala bisikan-bisikan yang melemahkan, yang meremehkan serta menjatuhkan

Mempercayai bahwa aku memiliki ribuan cinta dalam jutaan keburukan yang mendarah daging
Melumpuhkan keangkuhan, yang memancing emosi
Meredam segala murka, karena kesombonganku
Serta mampu menenangkanku dari gulungan ombak yang menyakiti

Percayalah padaku, pada aku seorang
Aku menyerahkan, menjatuhkan hati ini, bukan untuk melemahkanku

Penyesalanku..
Aku teramat meninggikannya hingga ku tak mampu menggapainya
kembali..

Aku serahkan semua urusan, padaku..
Segala tanggung jawab ... hanya padaku seorang
Aku percaya, aku sanggup melewati ini
Walau berbagai cibiran menyerang..
meluluh lantakkan asa, menjatuhkan air mata
Segala pisau tajam seolah merajai lingkar duniaku
Menghunus perih, jauh tertancap di dasar hati

Setapak demi setapak ku lalui
Lemparan kerikil sedikit mengusikku
Kadang aku berbelok, ke kiri dan ke kanan
Raut muka masam dari mereka, terukir jelas didepan wajahku

Aku tetap bergeming..
Aku tetap dan mampu percaya kepada diriku ini
Yang lusuh yang tak berarti
Yang lemah yang terlalu sering disendirikan dan menyendirikan diri
Namun aku harus menikmati, saat-saat aku meniti asa
Untuk mengembalikan kepercayaan diri
ku kembali...

Disaat aku lemah, aku terkulai
Namun aku tak memanjakannya
Disaat aku kuat, aku terbuai
Dan akupun sering lupa diri
Dan disaat aku terjatuh, aku terjerembap
Tak bernafas, dan akan ku biarkan

Karena aku percaya..aku mampu untuk tetap hidup.


Dan aku mampu dan mau untuk berbahagia (lagi)
Itu alasan mengapa diri ini mengharuskan untuk tetap hidup, tegap berdiri
Walau angin dari segala arah mencoba menerpa...


dan Itulah alasan mengapa aku percaya kepadaku, pada diri ini serta Tuhan
Yang Maha Menguatkanku

Nici2015

September 2018

Sudah lama aku tidak menulis..
Terakhir aku baca postingan di blog ku, itu januari 2017.
Hahahaaaa...lama betttttttt yayyyy!!

Btw, aku baru sembuh dari penyakit sinus ku..
Dan well, aku tetep harus melawan sakit ini sendiri..
Ada sih teman, tapiii ya hanya sebatas "menemani", bukan "menemani" seperti yang aku harapkan..hahahaa

Oia, ada banyak ilmu yang aku dapatkan ketika itu, sebagian ilmu tentang penyakitku, sinus dan sebagian lain mengenai hidup.

Kamis, 6 September 2018
Sinus ini kumat, gak bisa ngapa2 in coba...hadehhhhh

Jumat, 7 September 2018
Lumayan, demam turun tapi aku harus beli obat ke apotek, resep nya dari rekan kantor ku. Obat sinus ku : Lapifed (untuk sinus, sejenis rhinos), Mefenamic Acid (penghilang nyeri) dan Cetirizine (untuk radang/painkiller dari dokter aku sebelumnya)

Sabtu, 8 September 2018
Sudah gak demam, pusing sudah sedikit membaik, tapii aku butuh udara segar. Akhirnya aku ikut seseorang kesuatu tempat.

(Oia, aku punya seorang anak didik, laki-laki. Anak ini bandel sekali sebelumnya, sekarang duduk di kelas 2 SD)

Ada satu kejadian, yang membuka mataku, bahwa, aku tidak bisa apa-apa, bukan aku yang merubah dia, bukan aku yang mampu mendidik dia dan bukan pula aku yang menentukan masa depannya, aku manusia tidak bisa berbuat apapun, kita tidak akan pernah mampu merubah apapun kecuali atas kehendakNya, Allah SWT.

Mungkin, tangan dingin ku sedikit berpengaruh atas perubahannya, namun tidak semua.
Mungkin..segala contoh tindak tanduk dan sikap dari baik dan buruk yang aku tunjukkan, bisa menjadi contoh baginya, tapi tidaklah sempurna.
Dan mungkin..segala rasa sabar, amarah, kecewa, bangga, dan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, memang telah menjadi salah satu pengganti sosok orang tua dalam dirinya, iya itu benar...namun hanya sebagian kecil saja...

Aku bersikeras mampu dan mudah untuk merubah tabiat nya, untuk merubah atitudenya dan merubah pola pikirnya, namun aku lupa...bahwa Sang Penentulah yang berhak melukis kisah anak manusia, bukan aku...yang hanya seseorang yang hina.

Aku bersikeras untuk mencetaknya menjadi sang juara, untuk menjadi sang bintang dalam hidupnya, untuk menjadikannya kebanggaan dalam keluarga, namun aku lupa...bahwa dia adalah manusia, dia bukan kanvas yang bisa aku lukis sesuka hatiku.

Saat itu aku tersadar, bahwa dalam segala ke-perfeksionis-an ku, aku memiliki Allah yang Maha Agung.

Bukan aku yang sanggup menjadikannya memiliki hidup yang sempurna, tapi aku hanya mampu untuk menghantarkan sampai di depan pintu gerbang kehidupannya..saja. Sisanya, hanya Doa dan harapan yang tulus dari orang tua yang akan mampu melukisnya serta menjadikannya seperti apa dia kelak ketika tumbuh dewasa.

Jangan takut terjatuh, jika engkau masih ingat Allah.
Jangan pernah takut untuk bermimpi, tapi takutlah jika kamu tidak mampu untuk bermimpi, karena pada saat itu, mungkin kamu telah mati.

Akhirnya, aku memutuskan..bahwa mungkin saat ini aku dan bocah itu telah sampai di depan pintu gerbang kehidupannya.

Saat nya dia untuk berlari sendiri, mungkin...aku tidak tahu.
Yang jelas, tampak sekali bahwa, aku terlalu jauh menggiringnya, mungkin dia lelah...

Namun, didalam hatiku yang paling dalam, Doa yang tulus dariku akan selalu mengiringinya.

Sedih dan kecewa dalam setiap kegalalan, pasti akan selalu terbayang, namun cinta kasih yang tulus dan jujur tidak akan pernah terbayar oleh apapun.

Minggu 9 September 2018
Hari yang cerah untuk ku buka lembaran baru. Dari mereka yang mungkin tidak "memperhatikan" aku ada.

Senin 10 September 2018
Life is beautiful.
Rasa sakit itu indah jika kau mampu menghargai arti dari "SEHAT".
Rasa kecewa itu indah jika kau mampu melihatnya tidak dari sudut pandangmu, ber-alih-lah ke sisi sebelahmu, untuk melihatnya.
Rasa Bahagia itu nyata, jika kau mampu mengolah sakit hati mu menjadi sebuah ketulusan, yang belum tentu orang lain miliki.


So...
Create what you wanna feel...
Ciptakan apa yang ingin kamu rasakan.
Jika kalian ingin bahagia, jangan buat dirimu terpuruk dalam luka (kecewa).
Jika kalian ingin bahagia, jangan takut untuk melawan keinginan hati (untuk emosi).
Daannn jika kamu ingin bahagia, buatlah orang disebelahmu tertawa, kita akan lihat apa yang akan kalian temukan disitu...ya..disitu, saat kau melihat orang disebelahmu, menghargai keberadaanmu.


Nici 10091815:31
JAKARTA

Jumat, 20 Januari 2017

Salah kah saya sebagai umat Muslim, mengagumi Ahok?

Salah kah saya sebagai umat Muslim, mengagumi Ahok?
  1. Mengagumi cara bertindak tegas beliau kepada oknum2 korup yang mencari celah melakukan pencurian uang rakyat untuk memperkaya diri demi kepentingan pribadi dan golongannya?
  2. Mengagumi keberanian beliau menjalankan peraturan sesuai dengan undang2 yang berlaku.
  3. Mengagumi ketegasan beliau terhadap oknum/warga yang masih membangkang dalam rangka menghambat kinerja lapangan demi menciptakan lingkungan/suasana JKT yang rapi, bersih dan sehat yang saat ini tengah diproses oleh beliau?
  4. Mengagumi cara berpikir beliau yang terlihat to the point, simpel dan cerdas?
Tidak ada manusia yang sempurna. Dibalik suatu sisi positif, pasti ada sisi negatif sebagai penyeimbang yang menegaskan bahwa Manusia adalah Makhluk Ciptaan-Nya. Karena yang Maha Sempurna hanyalah Allah SWT.

Sebagai manusia biasa, yang bernegara, beradab dan memiliki Pancasila sebagai dasar negara dimana point yang pertama (yang paling utama) adalah "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang menegaskan bahwa kita tunduk kepada Allah SWT dengan berbagai macam cara tergantung dari Agama masing-masing, hendaknya kita dapat:
  1. Menyadari bahwa "sesuatu yang positif, sesuatu yang baru, sedang diperjuangkan/dilakukan/diproses oleh Ahok" untuk mengusahakan membuat perbedaan kepada Kota Jakarta, apakah bisa Jakarta bebas banjir, Jakarta bersih dan sehat tidak kumuh lagi, Kemacetan Jakarta berkurany g.
  2. Membantu beliau dengan mendoakan kepada Allah SWT, pasrahkan saja kepada Dia yang Maha Kuasa.
  3. Percayakan kepada beliau.

Sebagai warga negara, saya memiliki pandangan bahwa saya yakin..dan semua pasti paham, dimana disaat pilkada, untuk semua calon pejabat memiliki penggemar masing2, dari warga kalangan bawah sampai warga kalangan atas, semua mengelu-elukan.
Ketika terpilih.....warga senang.
Ketika mulai bekerja, menjalankan program2 pemerintahan...warga memantau.
Ketika ditengah jalan melayani warga...muncul oknum oposisi, yang ditugaskan merecoki dan menimbulkan kesan negatif.
Ketika gesekan semakin membara, beberapa oknum yang kontra dengan pemerintahan yang sedang berjalan, membentuk aliansi gabungan untuk bekerja sepanjang waktu demi menciptakan suasana yang dibuat seolah2 "ini keinginan warga untuk Bapak mundur dari jabatan karena Bapak dianggap GAGAL"

Guys, menjadi pelayan warga/rakyat itu tidak gampang. Semua disorot, timbul opini negatif padahal kenyataannya tidak demikian. Taruh lah mereka khilaf, atau mungkin kelupaan, beberapa hal masih belum disentuh oleh pemerintahan, ya tugas kita MENGINGATKAN, bukan hanya MENGGUGAT semata.

Saya paham, birokrasi kadang kurang berpihak pada warga/rakyat yang membutuhkan, namun apa susahnya MENYAMPAIKAN (yang saya maksud, bisa dengan SURAT PEMBACA, CUITAN MELALUI TWITTER, SURAT dll)

Jika MENYAMPAIKAN tidak didengar, maka gunakan hak menyampaikan ASPIRASI dengan cara BERDEMO, aksi damai. TIDAK MENGHUJAT, TIDAK MEMAKI, TIDAK MENYULUT EMOSI DAN PASTINYA TIDAK MEMBAWA HAL2 YANG BERBAU SARA.

Banyak kok aksi damai yang tidak berujung pada tindakan anarkis dari pendemo. Dengan begitu, terlihat lebih demokratis dan mencerminkan bahwa manusia Indonesia cerdas2.

Saya tidak memiliki ktp DKI dan pastinya saya tidak ikut pilkada. Tapi saya hanya menyampaikan aspirasi saya sebagai Warga Indonesia mengenai sosok pemimpin yang berani mengambil langkah nyata, yang saat ini sedang dimiliki Indonesia lebih tepatnya Jakarta. Mungkin banyak contoh pemimpin2 lain yang seperti Pak Ahok ini di Indonesia, Bu Risma salah satunya.

Serta pemimpin2 daerah lain, yang mungkin belum terdengar di media massa yang saya yakin sedang berusaha membangkitkan daerah masing2.

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan bahwa siapapun yang menjadi pemimpin, dia adalah kiriman Allah SWT untuk membantu melayani warga/rakyat nya. Karena tidak ada sesuatu yang tidak disengaja, semua sudah digariskan. Oleh karena itu, dukung pemerintahan, berikan kritik yang membangun dan jauhi hal2 negatif yang dapat merusak pola pikir kita sebagai manusia yang bersaudara.

-Nici210117-
02:28pm

Minggu, 18 Desember 2016

Berdamai dengan ketidak nyamanan ku

Apa yang ku hadapi saat ini
Pernah ku lalui
Raga seakan menolak
Namun hati ini jenuh
Pikiran ku lelah..

Mengapa de ja vu ku kini
Harus terulang
hingga ribuan jalan ku lalui sama

Sungguh aq tak ingin
Apa aku harus berbalik dan kalah?

Sabtu, 02 Januari 2016

DiA

Aku sayang dia dengan logika
Aku mencintai dia dengan terbuka
Pabila aku bukan yang terbaik untuk nya
Aku akan mundur dan akupun sanggup
memberinya cukup ruang dan waktu
untuk dia menemukan sosok yang mampu
membuatnya bahagia.

Namun saat ini, aku hanya melihat dengan hati, merasa dengan akal..
Saat ini, aku untuknya dan dia untukku..

Take Care baby.
Nici
030116-Mcity

Sabtu, 07 November 2015

Ini AKU.

Gue juga manusia
Gue bukan ciptaanNya yang lebih sempurna dari Para UtusanNya
Gue tempat salah dan dosa

dan Gue punya hati dan otak
Gue lahir di bumi, hanya sebagai manusia biasa
sama kek kamu

Gue, org nya sabar
jauh dilubuk hati gue, gue org nya ekspresif, temperament, egois dan baper (kalau bahasa jaman skrg)

tapi lebih jauh lagi dilubuk hati terdalam
Gue org nya penurut dan selalu mengalah

Apa salah klo Gue mengharapkan seseorang
memperlakukan Gue selayak nya Gue memperlakukan dia?

Gue ikutin kemauan kamu
apapun itu
Gue gak pernah yang namanya perhitungan

Gue ikutin, kalau memang harus berjuang jatuh bangun sendiri..an

berjalan disebelah orang yang sibuk dengan "Dunia Maya nya"

berjalan bersanding dengan orang yang
sibuk bercengkrama dengan orang lain melalui satelit kecanggihan teknologi
yang untuk menoleh ke arah ku pun,
itu tak sempat

( 2 paragraf di atas, hanya perumpamaan, intinya..Gue sibuk ngejagain orang, perhatiin orang, sayangin orang dimana orang itu ga pernah anggep Gue Penting buat hidup dia, Gue dicari saat dia lagi pengen sesuatu.....dikata Gue Gojek kali yaak huffffttt)

Gue bukan seseorang yang diinginkannya
Dari cara dia memperlakukan Gue, beda
dengan Dia memperlakukan orang yang memang benar2 dia suka

Gue selalu mendengar dia bercerita tentang orang-orang yang pernah hidup di masa lalunya

Dan cerita itu berbanding terbalik 180'
dengan keadaan Gue dan Dia sekarang ini.

Sungguh beruntung orang-orang itu yang mendapatkan perhatian penuh dari manusia ini, manusia yang Gue sayangi.

Ngerasain jalan berdua bareng Dia, tapi Gue berasa..kaki Gue pincang. Tapi gue terus jalan.....dan itu tanpa uluran tangannya.

-kurang lebih seperti itu lah..lebih jelasnya hubungan Gue saat ini-



-Nici-

Rabu, 02 September 2015

Kasih tak sampai

Dear rembulan terang yang menemani setiap kayuhan pedal sepeda ku malam ini,

Aku hendak mengungkapkan rasa
Yang t'lah dalam terpendam
Jauh...menjauhi dasar dari lubuk hati

Yahh....dia yang bisa memanjakanku
ternyata, melihatku tak lebih hanya sekedar teman biasa

Bias....pandangan serta pikiran ini terpendar
mengikuti kemanapun arah cahaya malam menemukan titik tuju nya

Dia yang terbiasa memeluk manis,
mendekap erat, tak jarang bercanda
dengan berbicara dalam jarak wajah yang...

.....begitu dekat......

percayalah...
-hingga ku merasa sulit untuk sekedar bernafas-

Ternyata, dia melihatku tak lebih dari seorang...

sahabat terbaik - bagi nya
penghibur yang handal - bagi nya
sesosok yang romantis - namun bukan untuk dirinya
mampu untuk menyayangi - namun bukan
untuk dirinya
open mind - bagi semua

dan dirinya tak sedikit pun terpikirkan
apa yang aku lakukan, semua itu untuk nya.



Kosong, aku tak pernah tau apa yang
harus ku lakukan tiap episode ini,
ku main kan

Rapuh, benteng kuat yang ku tanam
di kedua pelupuk mata ini....
tiba-tiba melebur

Yahh.....entah mengapa aku tak sanggup
menahan lagi, air mata ini perlahan menetes..

Aku tidak paham, ternyata perasaan ini
begitu dalam..
Aku seakan baru menyadari nya

Bahwa selama ini, aku mencoba untuk
selalu menganggap biasa..setiap:

Pandangan nya
Pelukan nya
Ucapan sayang nya
Ungkapan-ungkapan manis nya
Genggaman tangan nya
Keinginan nya untuk selalu dimanja
...diperhatikan...
...dibelai...
...disayang...

Hal-hal kecil yang selalu tak pernah bisa
ku tolak..

Namun ternyata itu berkesan istimewa
untuk jiwa yang jauh di bawah
alam sadar ku...

Aku tak pernah menyadari, bahwa aku teramat menyayanginya

Akupun tak pernah tau, kapan aku
mulai menyimpan tiap keistimewaannya
dalam ingatanku


Dimalam ini,
satu yang pasti....
Dirinya bukan untuk ku


Selamat tinggal mawar putih.
Kau tidak seharusnya dimiliki dia!!



Nici
Adventure Found

Selasa, 11 Agustus 2015

kejutan kecil

Malam yang indah di antara kumpulan
malam-malam terindahku
Dia begitu bersinar
yah...terang sekali saat ini
sempat menyilaukan mataku
dan dia menyatakan
bahwa ini malam milik kita,
kita bersama melanglang buana
mengarungi samudra perjalanan kedepan
berbagi cerita canda dan romansa

tersirat luapan kegembiraan yang kasat mata
dipancarkan
dipertunjukkan
entah sebagai pemberian atau penerimaan

yang pasti, susah sekali untuk menaklukkan nya
dan baru sekarang dia meyakinkan diri
untuk melangkah bersama di dunia dongeng
yang kita ciptakan

welcome to my world, babe.
I'll be losing you if I do break the line.
That's my promise.

Nici

Senin, 29 Juni 2015

Kelinci kecil ku

Mereka menyebutnya "kelinci"
kelinci ini lucu, kadang bertindak semau sendiri
imut, kecil, suka bikin gemes bagi orang yang melihatnya secara langsung
kadang dia lebih cerdas dari hanya "seekor kelinci"

Suka mengerlingkan mata, genit
Bikin orang lupa bahwa dia adalah "kelinci"

Kadang kelinci ini menghampiri, meminta untuk dielus dan disayang
Jika sudah begitu, hal yang aku sukai dengan mudah aku lakukan...

Aq usap-usap bulu halus nya di kepala
turun mengikuti panjang bulu,
aku ulangi lagi dan lagi...
sambil sesekali menatapkan pandanganku untuk memastikan bahwa
dia benar-benar seekor "kelinci"

Bagaimana aku bisa melupakan bahwa kita tak mampu berkomunikasi lebih jauh..
hanya dengan pandangan mata, sedikit senyuman
dan kadang aq tertawa melihat tingkah lucunya...

Yahhhh dia adalah "kelinci kecil ku"

aku menyayanginya, sangat menyayanginya
melihat nya mondar-mandir
cukup membuat ku menarik bibir untuk sekedar menyunggingkan senyum tipis

mendengar langkah kecil nya
cukup membuat aku ingin sekali menghampiri dan menggodanya

dengan sedikit sentuhan, dia mampu menjelma menjadi makhluk yang..unik
yang mampu menarik perhatian dalam
dan membuat aku susah memalingkan pandangan

murni hanya dengan menatap nya
menatap kelinci ku, aku serasa nyaman
bagai dirumah...

entah kenyaman bagaimana dan seperti apa
yang dapat merumuskan persamaan tersebut
tapi itulah kenyataannya...

aku hanya merasa nyaman saat menancapkan pandangan ku kepadanya..
kelinci kecil ku...


aku tidak menginginkan apa-apa
selain mendapatkan kesempatan waktu
yang cukup untuk menatapmu



I wanna see you, always






Nici

Minggu, 21 Juni 2015

No title

Untuk yang terjaga pada malam sunyi ini,

Aku rebahkan tubuhku
dalam balutan selimut yang cukup hangat
untuk melindungiku dari pendingin udara di kamarku
aku mencuri waktu
untuk sekedar berpikir..."ada apa denganku!?"

Aku yang seperti ini
sedang dilanda bingung tentang sesuatu
tapi akupun tak cukup mengetahuinya
apakah sesuatu itu

hampa
tentu saja aku pernah cukup senang
dibandingkan dengan perasaan yang terbalut luka yang dulu kerap mendera
yang dikarenakan sesuatu yang tak pernah terucap dan tak akan pernah
terungkap, sungguh hal terbodoh yang
pernah aku ciptakan sendiri

tentu saja aku seharusnya senang
dengan kehampaan ini
seharusnya aku menikmati....


namun sejujurnya...
aku butuh lebih dari hanya sekedar
hampa.




Nici

Senin, 15 Juni 2015

HBD Uti 16 Juni 2015

Yang tersayang, Eyangku

Saat ini, 81 tahun sudah usia Uti di dunia.
Tiada kata yang mampu ku susun untuk membaginya
Tiada kata yang sanggup menjelaskan betapa aku merasakannya
Yang ada hanya beberapa kata
Yang terlalu sedikit namun memiliki beribu makna dalam duniaku
beribu asa dan beribu hasrat untuk menggapainya

A.K.U K.A.N.G.E.N U.T.I

Hanya begitu saja
Mengalir dalam darahku
Mengalir dalam setiap detik pemikiranku
Mengalir bagai udara yang selalu mengelilingiku
menunggu giliran untuk kuhirup
menarik nafas untuk melanjutkan hidup ini
Mengalir begitu saja dalam angan serta bayang masa lalu

Beberapa saat masa lampau yang sempat aku.....lupakan.....

Saat itu aku tidak benar-benar melupakan, sungguh..

Hanya saja saat itu aku terlalu muda
untuk menyadari betapa terbatas nya waktu dalam hidup ini
untuk menikmati saat-saat yang terlalu indah
untuk hanya sekedar menjadi sebuah kenangan.

Disaat aku lemah, aku merasakannya
Kebutuhan ku untuk menghilangkan rasa amarah
Tangis, Hasrat untuk meredakan luapan segala emosi....

Hanya Uti yang aku harapkan.
Yang mampu memelukku tanpa syarat dan ketentuan berlaku
Yang sanggup memelukku tanpa keterbatasan waktu
Yang mau memelukku apa adanya.

Uti, Eyang uti ku yang paling aku rindukan...

I Miss You.
I Miss You.
I Miss You.


Nici

Sabtu, 09 Mei 2015

25 April 2015

Jingga cakrawala membuka hijab nya
Biru cakrawala kini membentang dari dari tiap sudut ke sudut yang lain
Panorama baru, indah dan megah
Sebuah karya pahatan luar biasa dari Sang Illahi

Mengatupkan 2 ujung selendang merah
satu ujung yang bersih dan satu ujung yang kotor
saling menyatu..tak terlihat
buram ditelan kecerahan
hingga yang nampak hanya keindahan
kemegahan warna selendang, yang anggun dan memesona
bagi siapapun yang memandang, menyentuh serta membelainya

Baik dan buruk
Hitam dan putih
Indah dan pahit
nya kehidupan....akan selalu bersanding
dengan satu kebenaran Illahiah
yang pantas dijadikan tujuan dan pelajaran

Kebenaran yang ku rasa, sungguh mahadhasyat...janji-Nya
"Keindahan akan tiba pada waktunya"
terpenuhi sudah..

Tabir yang menutupiku dari kebenaran
tlah tersingkap
Merajai duniaku, hari-hari penuh makna
Merajai duniaku, berharganya setiap detik yang berdetak
Merajai duniaku, duniaku indah bila benar-benar ku perhatikan
Merajai duniaku, kebebasan waktu dunia tanpa batas
Merajai duniaku, penghargaan tertinggi yang baru saja ku peroleh, dariku sendiri
Merajai duniaku, dunia tanpa bergantung pada satu sisi pribadi ciptaanNya

Kini aku dapat terbang bagai seekor elang
Sayapku mengepak gagah...sayap kanan dan kiriku lebar menggapai batas langit
Menatap tajam kedepan siap menerkam
Dan tak kan pernah menyerah lagi

Kepingan Kegagalan demi kegagalanku telah membentuk suatu anak tangga
yang tanpa kusadari sedang menghantarkanku pada
Kebesaran Jiwa Penemuan Jati Diri

Inilah aku yang sekarang
Deretan panorama kebebasan dan keindahan kehidupanku
kini dalam genggaman...

Kokoh tak terkalahkan.

Terimakasihku yang terdalam
bagi yang mengantarkan "kebenaran sejati" dalam hidupku
aku pernah begitu menyayanginya
dan perasaan itu ternyata merupakan jembatan untukku mendapat yang lebih abadi, yang tak kan pernah mati.

Itulah masa titik balik kehidupanku.


Nici
Thx for you
ILYM

Senin, 20 April 2015

Hati

Hai aku,
Ya..aku
Aku akan berkisah tentang aku sepenuhnya
Apa yang sedang aku lakukan
Apa yang ada disekelilingku
dan apa yang sedang kurasakan

Ini bukan puisi, apalagi cerita pendek
Ini bukan tentang dia ataupun mereka
Ini hanya ketikan tak bermutu
Dari seseorang yang bahkan bukan si kutu buku

Percayalah, akupun tak tahu menyebut
nya sebagai apa..
atau mungkin hanya curahan hati semata
yahh....sebut saja demikian.

Sekiranya ada kalimat yang pantas
Tak harus terkenal ataupun tenar
Yang membuat ketikan ini sedikit berkelas
dengan kisah yang tulus dan jujur walau tampak datar

Aku ingin memulai dengan..
Hatiku.

Hati ini mungkin selalu siap untuk menyayangi,
tapi aku tidak percaya, toh dia selalu lemah
Tak berkutik ketika terkulai
Yang aku percaya, hati ini tak pernah mengingkari
apa yang sedang dirasakannya..

•••••

Saat itu, saat aku pernah terjatuh.
Seburuk-buruknya keadaanku dimana aku
merasakan sakit untuk yang ke dua kali nya
setelah aku sepenuhnya menyayangi

Hahaahaaa
aku tertawa bukan pura-pura
Ini jujur aku mengetik nya dengan tersenyum
dengan anganku yang kembali dimasa itu
dan dengan suara di dalam hati ku yang..
memang tertawa
bola mataku yang bergerak memutar,
berusaha untuk mengingat
betapa bodoh nya aku saat itu

Seperti yang banyak terjadi,
kisah manusia di muka bumi
entah sinetron ataupun realita
fakta bahwa naluri manusia adalah untuk
mencintai dan menyakiti
telah aku buktikan

Aku tidak pernah menyalahkan siapapun
Mencintai, menyayangi adalah hal yang
tak pernah bisa dipaksakan
Melakukannya tidaklah salah
Melakukannya bukan suatu kekejaman
Namun, apabila aku menarik-narik fakta
dan aku menginginkan jawaban
siapa yang pantas untuk disalahkan..
maka...
Satu-satu nya yang pantas untuk disalahkan adalah
Aku.

Aku lah yang bersalah..
Aku salah bukan karena aku berani jatuh cinta
atau karena aku berani jatuh cinta padanya
atau karena aku telah memberikan seluruh
hati, jiwa dan ragaku pada nya

Bukan...bukan itu semua...

Namun,
Aku mengaku bersalah karena aku tidak berani
mengambil resiko dari keberanianku mencintai nya.

Berani jatuh hati "padanya"
seharusnya merupakan resiko besar bagiku
namun aku bergeming

Pura-pura lupa kalau itu hanyalah semu
tak bermasa depan
Aku hidup dalam mimpi.

•••••

Aku jatuh..terluka parah
Hatiku hancur tak berbentuk
Tubuh ini serasa tak bertulang
Mata seperti buta
Telingaku tiba-tiba tuli
Raga ini hancur lebur
Tanganpun tak mampu menggenggam lagi
Yaaaa...dunia ku bagaikan kiamat sejenak.

Telah kuterima, resiko besar itu
ya aku menerima sakit dari keberanianku
jatuh hati padanya

Sekali lagi aku hidup dalam mimpi
namun kali ini mimpi buruk.

•••••

Aku berlomba dengan waktu
mencari siapa yang terkuat
siapa yang paling gagah
siapa yang mampu berdiri paling akhir
Apakah aku, waktu atau kehancuranku..

Seperempat perjalanan terasa berat bagiku
banyak jalan terjal berbatu
tak jarang ada jurang tiba-tiba yang memaksaku
untuk terpeleset jatuh ke dalam nya
sering pula keheningan malam, dingin
menusuk tulangku

Setengah perjalananku
Aku sudah mulai terbiasa
uhmm...atau lebih tepat nya "membiasakan diri"
dengan kegelapan malam
dengan batu-batu tajam
dengan kelokan berliku ditiap sisi-sisi tebing
dengan bisikan-bisikan aneh yang kadang mengusikku

Sepertinya gugusan pelangi mulai menggodaku
Sayup-sayup terpaan angin mulai
membelaiku
Hangatnya sentuhan mentari mulai
menyapaku

Benar, Kini aku mulai terbiasa

•••••

Kalian mungkin tak paham yang aku ketik ini
yahh karena seharusnya cuma aku yang memahami
apa yang terjadi

Mungkin secara tersirat, kalian mengerti
Namun secara mendalam, kalian tidak memahami siapa aku sesungguhnya

Heheee
Karena aku sedang berusaha,
Dipenghujung waktu, yang mampu
berdiri paling akhir, adalah AKU

Aku tidak membutuhkan pemahaman
Namun, hanya beri aku kesempatan
maka akan kugunakan kesempatan itu
sebagai jalan menuju kesuksesanku

Kesuksesan ku untuk mampu melalui
jalan terjal itu bukan sebuah pilihan
Tapi itu mutlak.

Harga mati untuk sebuah ketetapan hati.

•••••

Percayalah, hati ini tidak pernah salah
Hati ini jujur apa adanya
dan hati ini akan selamanya menyayangi

Dan aku berdiri saat ini,
Dengan hati yang baru
Yang berhasil lepas dari jeruji yang melemahkan

Bukan untuk membenci
Namun, berusaha untuk mengerti
Bahwa jatuh hati tidak selamanya untuk bermain angan, terbuai dalam mimpi

Kadang aku menerima pahit hanya untuk
belajar bersyukur ketika aku menerima manis nya

Dan aku pastikan,
Hati ini akan selalu menjalankan kodratnya
untuk mencintai dan menyayangi
Walau tidak ditempat yang sama
dan pada saat yang sama



Nici


Minggu, 19 April 2015

Sok Kuat

Hahhhhh
Fiuhhhhh....

Terjawab sudah, apa yang paling mengganjal di hati dan pikiranku
Ternyata selama ini, aku bergaul dengan robot

Yah Robot.
No Offense please..
But, yep!!
That's the truth.

Dipaksa melakukan
Harus melakukan
Disetting melakukan
Disistem untuk melaksanakan

Padahal tak seharus nya seperti itu...
Jika seperti itu, maka tak salah aq menyebut nya ROBOT.

Hidup tanpa Indera ke 6,
Hati.
Bukan manusia, melainkan robot.

Hidup tanpa empati,
Bukan manusia, melainkan robot.

Hidup tanpa bersosialisasi,
Memiliki dunianya sendiri,

seperti:
"jika kau ingin, silahkan masuk..duniaku
terbuka untuk siapapun...
Jika tidak, tak masalah, bahkan akupun
takkan pernah berpikir untuk masuk
ke duniamu..."
kata nya

Yah, benar.
Dunia yang bagaikan tameng untuk nya.
Mempersilahkan siapapun masuk,
dengan berbagai jamuan dan perangkap
yang sempurna

Namun, dia menolak
untuk sekedar memastikan bahwa
ada dunia luar yang bisa dijamahnya
Entah penuh dengan jamuan ataupun
perangkap...

Yang pasti, dia tidak pernah ingin tau jawabannya
Yang bisa saja dunia luar itu penuh dengan jamuan, bisa saja...
ya bisa saja..

Namun dia memilih untuk tak memilih
Tiada pilihan, mutlak.
karena dia memilih untuk berada di balik
jeruji KEKUATANNYA

Berada dalam bayang-bayang KEKUATANNYA
Berada di balik tembok KEKUATANNYA

Yah, anda mungkin orang KUAT.
Tapi apalah arti kekuatanmu sebelum
kekuatanmu mampu dan berarti untuk
membantu orang lain yang membutuhkan.

Kau tidak bisa dibilang KUAT
sebelum dibuktikan.
Keluar dan lihat lah dunia
Disana kau akan tau, apakah kekuatanmu begitu berarti atau
hanya kekuatan semu belaka..




Nici
The Last Weapon.

Rabu, 15 April 2015

Yang kamu tau, Kamu tidak pernah tau bahwa...

Yang kamu tau, aku ada disini
Disaat seperti sekarang ini
Aku pernah sedang mengusahakan sesuatu
Sesuatu yang mungkin sekarang bisa dibilang, sia-sia

Tapi bukan itu intinya
Yang pasti, aku telah berusaha semampuku
Dan jikalau ternyata itu sia-sia,
Setidaknya aku tau hasil dari semua
yang pernah aku usahakan
Daripada mati penasaran??!

*****

Yang kamu tau, aku ada
Ya benar

*****

Saat tau bahwa kamu tidak sedang
baik-baik saja..
Ku kayuh sepeda, menemuimu
Berpeluh di bawah terik matahari
Basah diguyur hujan
Bahkan jarakpun tak menjadi pertimbanganku
Asal bisa menggapai dan menghiburmu
Berharap kau mau berbagi duka denganku

Sesaat aku melihatmu menangis
ku berikan tisu itu

Sesaat kau sedang murung dan gelisah
ku jadikan AKU badut
Ku lakukan secara sukarela untuk mengembalikanmu
mengembalikanmu pada posisi bagaimana
kamu seharusnya (ceria)
Melihatmu tertawa, melihatmu tersenyum

aku relakan menjadi bulan-bulanan mu
asalkan kamu tetap berdiri tegar dengan kembali riang

Saat malam itu
Saat hujan lagi
Aku paksakan diri untuk berlari menuju kesana
Ke tempatmu dimana kamu membutuhkan sekotak makanan

Ya, begitulah
Aku tak pernah ragu untuk melakukannya
Asal kau bisa tetap tersenyum

Aku tak pernah membutuhkan alasan
mengapa aku harus melakukannya

Aku tak pernah meminta alasan
mengapa aku harus melakukannya

*****

Yang kamu tau, aku menjengkelkan
Ya..mungkin kamu benar

Saat aku ingin meluapkan sesuatu
Aku tak membutuhkan syarat apapun

Namun jika aku berada dalam posisimu
Dengan semua hal yang pernah dulu kamu pintakan...
Haruskah itu disebut menjengkelkan??

*****

Yang kamu tau, AKU hidup
Tidak. AKU sudah mati.
Baru saja mati.

Tau mengapa??

*****

Dikala kamu mendorongku jatuh
Membuangku jauh-jauh
Mengacuhkan aku saat aku sekarat
hampir mati, tersiksa antara batin dan penyakit betulan
Berpaling saat aku benar-benar meniti jalan
untuk kembali merangkak naik, berdiri sendiri
Menoleh sedikit pun tidak, saat aku
berkali-kali memanggil namamu

Aku pastikan, aku tak pernah memanggil
namamu saat aku sedang terjaga
Aku tau aku tidak sedang terjaga..saat itu

Aku lihat ragaku tergeletak,
jauh di bawah sana
Lemas, entah sudah tidak atau masih bernafas

Yang aku tau hanya,
Rintihan namamu yang keluar dari bibir lemah ini

Namamu abadi
Tanpa perlu susah payah mengingat
mengeja atau bahkan membuka buku catatan

Nama seorang yang aku lupa
menyebut dan menganggapnya sebagai apa
Tapi yang pasti, seorang yang pernah berarti
berarti menjadikanku hidup
dan menjadikanku mati

Dan aku tetap sekarat pada saat itu
3 kali panggilanku, tak ada yang kau hiraukan

AKU dulu sekarat
dan kini mati.

Selamat tinggal

Kau kini tak perlu susah payah
membuang tenaga untuk emosi
karena aku yang terlalu mengkhawatirkanmu

Kini kau tak perlu bersusah-susah
mengumpulkan tenaga untuk berbohong
tentang menutupi sesuatu yang bahkan
aku tak pernah boleh untuk tau

Kini kau tak perlu bersusah-payah
meluangkan tenaga untuk menolak
segala apa yang ku pinta
karena itu tak kan pernah terjadi lagi
aku pastikan tidak akan pernah

karena AKU sudah mati

Kini kau tak perlu susah-payah
merepotkan diri karena aku
aku yang selalu mengganggumu
aku yang selalu meluapkan segala kekecewaanku padamu
aku yang tidak pernah mengaggap semua
niat baikmu
aku yang tidak pernah menganggapmu wajar
katamu seperti itu

Dan aku pastikan, itu takkan pernah terjadi lagi

AKU tidak mau merepotkanmu lagi
dengan segala ulahku

Untuk itulah AKU matikan AKU.

*****

Yang kamu tau, kamu tidak pernah tau bahwa
AKU pernah jatuh cinta padamu

Itulah awal dari kisah yang dulu pernah indah
dan kini kosong membisu

AKU akan membuktikan bahwa
1. cinta sejati itu ada dan
2. cinta tak harus memiliki

2 pedoman hidupmu
yang pernah aku bantah
bukan berarti meng IYA kan

namun, untuk membuktikan yang pertama
maka aku harus melakukan yang kedua
secara bersamaan

Dan untuk melakukannyapun
AKU tak perlu hidup.

*****

Selamat tinggal
Selamat menempuh hidup baru
Yang mungkin kau akan memulai membangunnya
tanpa aku perlu terlibat

AKU selalu bahagia melihatmu dari sini
Tak pernah tersentuh
Tak pernah tergoyahkan

Kamu tetap lah menjadi kamu
Akan ada seseorang yang akan melengkapimu dan mengimbangimu

Selamat tinggal
Selamat tinggal mungkin untuk selamanya

Kamu pernah memintaku untuk pergi
maka AKU akan pergi

*****

Yang kamu tau, aku melupakanmu
Tidak. Tidak pernah
Kau yang meninggalkanku




Nici
Tak terungkapkan dengan kata-kata

Aku ingin berdamai dengan hidup

Aku ingin berdamai dengan hidup

Saat ku terjebak dalam selimut hangatku
Seketika itu aku membayangkan
Betapa nikmat duniaku jika:

Aku dapat menentukkan jam berapa aku memulai bekerja
Aku dapat menentukan berapa jam
aku dapat beristirahat setiap harinya
Aku dapat menentukan berapa kali
aku mendapatkan hak berlibur setiap minggunya
Aku dapat memilih siapa-siapa yang pantas
tuk jadi temanku, keluargaku...

Aku dapat memastikan apa yang pantas
aku dapatkan, penghargaan, gaji tinggi,
rumah mewah, asuransi seumur hidup,
mobil mewah, makan gratis, keluarga
yang bahagia, teman yang sempurna,
tetangga yang pengertian, jaringan internet
dengan kecepatan 2.000.000 mbps,
baterai metal dan baja untuk smartphone,
sehingga tidak diperlukan lagi charger seumur hidup,
percetakan uang pribadi, pulau pribadi,
serta fasilitas-fasilitas lain yang melengkapi

Serta, betapa indah nya duniaku
Jika hanya dibutuhkan "draging" untuk
membuatmu selalu ada di dekatku,
dimana pun aku berpijak dan melangkahkan kaki

Hal Itu sangat begitu indah
(dimimpikan)

Sampai akhirnya aku memaksakan diri
untuk bangkit dan melempar selimut hangatku
yang telah membawaku jauh ke dunia khayal
karena jarum jam telah menunjukkan
setengah jam lalu, harusnya aku sudah beres mandi (harusnya)

Aku mencoba untuk berdamai dengan hidup

Untuk membuka mataku agar lebih bersyukur
dari apa yang telah aku alami
yang telah aku lalui
yang telah aku lewati
dengan begitu indah dan tidak jarang pula
sakit yang teramat sangat

Aku bukanlah aku yang tangguh
Aku bukanlah aku yang lemah

Ini aku, apa adanya
Disaat aku ingin menangis, aku menangis
Disaat aku ingin tertawa, aku mencarinya

Aku hidup apa adanya
Tanpa skenario dan panggung drama
Kesalahanku hanyalah terlalu sering
memanjakan diri, terlalu mencintai diri sendiri
Tak pernah sekalipun terlintas
Mencoba memberi tantangan untuk
aku hadapi

Aku terlalu naif, terlalu takut dengan kenyataan
Merasa sempurna..
Padahal sampah..

Aku ingin berdamai dengan hidup
Aku ingin menjadi keras untuk hidupku
Menerima kenyataan, lalu beryukur

Menertawakan apa yang pernah di tangisi
Menangisi sesuatu yang biasanya bisa membuat aku tertawa

Aku ingin berdamai dengan hidup
Menjadi apa adanya
Berusaha untuk tak terlalu peduli
akan kenyamanan diri sendiri

Aku ingin berdamai dengan hidup
Karena aku juga ingin hidup dengan damai


Nici
Life without you, is nothing.
But I'm definetly nothing when I push you'd stay.

Senin, 13 April 2015

Kamu

Kamu..

Pernah menghidupkan aku

Meniupkan udara, sehingga aku dapat bernafas


Kamu..

Memang dulu pernah ada

Tetap sempurna walau tak mungkin bersama

Yang pernah menjadi hitam putihnya papan kehidupanku


Kamu..

Pernah begitu indah

Melupakan cara berhenti untuk tertawa

Hingga aku lupa, masih ada tangis dalam kamus hidup manusia


Kamu..

Pernah menghentikan sesaat waktuku

Jarum jam di ruangan itu seperti berhenti berdetak

Degup jantungku seolah tak terdeteksi

Naluri hati seolah tak terkendali

Aku lupa apa yang terjadi saat itu

Saat aku sedang jatuh hati


Kamu..

Mungkin menganggap aku gila

Tidak waras


Itu benar


Aku tergila-gila dengan duniamu

Aku tergila-gila dengan kebiasaanmu

Aku tergila-gila dengan semua yang kamu lakukan


Dan aku memang pernah tergila-gila karenamu


Membiarkanku merubah benang indah ini menjadi belati

Memaksaku menciptakan gunung es

dalam luas samudera, ruang privat ternyaman yang pernah kita miliki


Kamu..

Pernah bersemayam dalam jiwa ini

Aku melepasmu dengan indah


Selamat menikmati ruang hidup tanpa belati, gunung es dan tembok yang memisahkan


Aku melepasmu dengan indah


Karena kamu..

Pernah hidup sebagai malaikat tak bersayap untuk ku




Nici

Pesan Terakhir

Saat tiba waktu nya nanti
Sesuatu yang akan kau baca,
perhatikan dengan seksama
Mungkin saat itu, aku sedang mengubur
semua rasa, asa dan mimpi tentang kita
Harapan yang hanya aku yang mengharapkannya
Mimpi yang hanya aku yang memimpikannya

Benar, jikalau kau bergegas pergi
Agar tidak tergali lebih dalam lagi
Tak mengapa kau pergi
Aku sudah mampu tuk berdiri

Pengajaranmu
Pelajaran dari mu
akan makna dari "Aku dan Kamu"
telah aku selesaikan semua

Bagian demi bagian
Halaman demi halaman
Adegan demi adegan
Proses demi proses
Aku berusaha untuk memahami

Kini aku paham
Kini aku pun mengerti

Tak semua nya yang indah itu nyata
Tidak selamanya mimpi akan terwujud
Hanya bahagia yang pura-pura yang bertahan selamanya

Karena bahagia yang sesungguhnya adalah
mampu belajar memahami rasa sakit
mampu menerima rasa sakit
dan mampu melalui proses rasa sakit itu
melewati nya, menyelesaikannya dan
mampu mengikhlaskan pada akhirnya..

Terimakasih,
Pernah menjadi bagian ter-indah dalam
cerita kehidupanku
Hanya dengan melepasnya
bukan berarti aku meninggalkan

Biarkan aku kubur rasa, asa dan mimpi ini
sendiri...
yang nanti nya akan aku bingkai kembali
dihari-hari aku ingin bernostalgia

Kamu, bukan lah tidak sempurna
Tapi aku yang tidak mampu melengkapimu
untuk menggenapi seperti yang kau maksudkan
...itu bukan aku...

Salahku, yang teramat dalam menyikapi
Biarkan aku mati, dengan menggenggam semua ini
Kau tak perlu lagi merasa terusik

Aku akan menjaga aku
untuk menjaga kau agar tak terganggu
oleh ku




Nici
Nothing last forever
Even it's only "us"

Senin, 23 Maret 2015

Semangat ku

Dan hingga saat ini,

Saat aku ingin melupakan semua
Dengan usahaku
Saat aku ingin mengesampingkan rasa
Dengan usahaku
Saat aku sejenak merapikan runtuhan semangat hidup
Dengan usahaku

Saat aku belajar melepaskan semangatku
Saat aku belajar merelakan semangatku
Saat aku bertarung dengan malam
Yang selalu memunculkan kenangan
Yang selalu mengingatkan

Dan saat aku lemah tanpa semangatku

Saat aku belajar berdiri dengan satu kaki
Saat aku belajar melihat dengan sebelah mata
Saat aku belajar merasa dengan sebelah hati
Saat aku memulai lagi bagian kehidupan
yang dulu pernah aku mulai

Saat aku mencoba melupakan bahwa
aku merindukanmu
Saat aku mencoba melupakan bahwa
semangatku telah sirna
Saat aku mencoba melupakan bahwa
aku masih membutuhkanmu

Saat itu aku berada dalam posisi setinggi-tinggi nya
Dengan dunia fana yang sejenak ini

Aku harapkan akan cepat berlalu....



With Love, Herra